Deteksi Kebocoran pada Sistem Rem

Jakarta, KompasOtomotif – Kebanyakan mobil yang beredar sekarang menggunakan sistem pengereman hidrolis yang artinya memanfaatkan cairan rem pada ruang vakum. Nah, masalah umum yang terjadi jika kinerja rem berkurang karena terdapat kebocoran.

Saat bocor maka sistem rem tidak lagi vakum, itu artinya tekanan cairan rem berkurang atau bahkan menghilang. Kalau sudah begini bisa fatal akibatnya karena kendaraan tidak bisa mengerem dengan ideal.

Menurut Tunjung Pangajom, Techincal Support Mazda Motor Indonesia, kebocoran bisa dideteksi dari suara angin yang keluar setiap kali pedal rem ditekan. Suaranya cukup keras dan bisa terdengar di kabin atau saat kap mesin tidak dibuka.

“Selain itu bocor bisa juga dari sil atau kabel-kabel yang rusak. Bahannya kan dari karet jadi bisa getas karena umur,” ucap Tunjung, Senin (5/12/016).

Cara lain mendeteksi kebocoran melihat bagian bawah kendaraan setelah diparkir lama. Cairan rem yang keluar dari kebocoran merupakan tanda-tanda masalah. Jadi jangan meremehkan kotoran di bawah mobil.

Sumber:
http://otomotif.kompas.com/read/2016/12/06/164200115/deteksi.kebocoran.pada.sistem.rem

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *