Mengenal Aki “Truk” pada Ertiga Diesel Hybrid

Jakarta,KompasOtomania – Buat yang tertarik meminang model terbaru, Suzuki Ertiga Diesel Hybrid, jangan kaget ketika membuka kap mesin. Pasalnya, langsung akan terlihat salah satu komponen yang enggak lazim, yakni aki. Tampilannya yang jumbo alias lebih besar dari ukuran aki mobil pada umumnya, karena Ertiga Diesel memang menggunakan daya yang lebih besar, sama seperti truk ringan.

Komponen aki berkapasitas besar, merupakan bagian dari teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang menjadi keunggulan MPV sejuta umat ini. Selain aki, masih ada mesin 1.300 cc Diesel Direct Injection System (DDiS) dan Intergrated Starter Generator (ISG) untuk memastikan sistem SHV Suzuki ini berjalan apik.

Mengapa Suzuki menggunakan aki berdaya besar ini, adalah untuk menggantikan peran baterai lithium ion yang harganya lebih mahal. Bila pada Ertiga bensin hanya 12V30Ah, sedangkan pada Ertiga Diesel Hybrid menggunakan aki berdaya 12V70Ah.

Aki ini memiliki tiga peran utama selain menyimpan energi dari ISG. Petama untuk membantu menjalankan fitur idle start-stop system, kedua brake energy regeneration, dan terakhir torque assist function.

Saat idel start-stop system aktif seperti ketika di lampu merah, atau saat sedang berhenti sejenak, mesin kendaraan juga akan mati sementara. Aki akan menyuplai tenaga untuk membuat perangkat kelistrikan tetap bisa berjalan, mulai dari lampu, AC, wiper, audio, dan lainnya.

Energi yang disimpan dari aki juga dimanfaatkan sistem untuk sumber tambahan tenaga yang disebut dengan fitur torque assist function aktif. Melalui ISG energi akan digunakan sebagai bantuan motor penggerak sehingga beban mesin bisa berkurang yang berdampak pada efesiensi bahan bakar.

Sementara brake energy regeneration bertugas untuk menangkap energi atau untuk men-charge ulang sumber listrik yang kemudian disimpan di aki.

Melihat dari fungsinya, tidak heran bila Suzuki membenamkan aki yang cukup besar pada Ertiga Diesel Hybrid. Namun meski begitu, aki ini diklaim memiliki daya tahan yang cukup tinggi, bahkan sudah diuji.

“Dari tes durability, kita cek sampai 90.000 km itu satu kali ganti. Kalau seandainya komposisi tahun dengan simulai pemakaian harian, itu sama saja dengan kurun waktu 1,5 sampai dua tahun, asumsi kami yah,” ucap Head of Brand Development and Marketing Research 4W SIS Harold Donnel di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2/2017).

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2017/02/10/123156015/mengenal.aki.truk.pada.ertiga.diesel.hybrid

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *